DPW Rakyat Progresif Kalbar Dukung Densus 88 Cegah Terorisme, Ajak Anak Muda Tolak Paham Ekstrem

Oct 21, 2026 - 14:33
 0
DPW Rakyat Progresif Kalbar Dukung Densus 88 Cegah Terorisme, Ajak Anak Muda Tolak Paham Ekstrem

MNAINDONESIA.ID - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perhimpunan Rakyat Progresif Kalimantan Barat, Hadian Nur, menyatakan dukungan terhadap langkah Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dalam mencegah terorisme serta mengedukasi generasi muda agar tidak terjerumus dalam paham ekstremisme dan jaringan terorisme.

Hadian menilai upaya pencegahan terorisme membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama organisasi kepemudaan yang memiliki kedekatan dengan generasi muda.

Menurutnya, anak muda harus mendapatkan edukasi yang tepat mengenai bahaya terorisme, penyebaran propaganda ekstrem, serta berbagai bentuk perekrutan yang dapat memanfaatkan media sosial dan ruang digital.

"Kami dari Perhimpunan Rakyat Progresif Kalimantan Barat mendukung upaya Densus 88 dalam mencegah terorisme dan melindungi masyarakat dari ancaman ekstremisme kekerasan. Generasi muda harus mendapatkan edukasi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda maupun ajakan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam jaringan terorisme," ujar Hadian saat dimintai tanggapan, Rabu (21/10/2026).

Ia menegaskan, generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan diberikan ruang untuk berkembang secara positif. Jangan sampai potensi, energi, dan masa depan anak muda dirusak oleh pengaruh ideologi kekerasan.

Dukung Densus 88 Perkuat Pencegahan dan Edukasi

Hadian berpandangan, peran Densus 88 dalam penanggulangan terorisme perlu didukung melalui kolaborasi antara aparat penegak hukum, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah terjadi pelanggaran hukum. Edukasi dan deteksi dini terhadap penyebaran paham ekstrem juga penting untuk mengurangi risiko keterlibatan generasi muda dalam aktivitas terorisme.

"Kita tidak ingin anak-anak muda Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat, terjebak dalam kubangan terorisme. Mereka harus diarahkan pada kegiatan yang produktif, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu berpikir kritis ketika menerima informasi atau ajakan melalui media sosial," tegasnya.

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda ekstremisme. Karena itu, literasi digital perlu diperkuat agar generasi muda mampu membedakan informasi yang benar dari konten yang berpotensi mendorong kebencian dan kekerasan.

Organisasi Kepemudaan Harus Terlibat Aktif

Lebih lanjut, Hadian mengatakan organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab moral untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya terorisme.

Organisasi pemuda, menurutnya, dapat berkontribusi melalui kegiatan edukasi, diskusi kebangsaan, kampanye perdamaian, dan berbagai aktivitas sosial yang mendorong anak muda berpartisipasi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kami memandang bahwa menjaga generasi muda dari pengaruh terorisme merupakan tanggung jawab bersama. Organisasi kepemudaan tidak boleh tinggal diam. Kita harus hadir memberikan pemahaman, membangun semangat persatuan, dan mengajak anak muda untuk berkontribusi bagi masyarakat serta bangsa," lanjut Hadian.

Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap Densus 88 juga harus diiringi dengan penegakan hukum yang profesional, sesuai peraturan perundang-undangan, serta menghormati hak asasi manusia.

Dengan demikian, upaya pencegahan terorisme dapat berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat dan penguatan kepercayaan publik.

Jaga Kalimantan Barat dari Ancaman Terorisme

Hadian berharap sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat semakin kuat dalam mengantisipasi penyebaran ekstremisme kekerasan, termasuk yang menyasar generasi muda melalui ruang digital.

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya persoalan penegakan hukum, melainkan juga upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kalimantan Barat tetap aman dan damai. Mari lindungi generasi muda kita dari pengaruh jaringan terorisme, perkuat persatuan, dan bangun kesadaran bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi yang cinta damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," tutup Hadian.

DPW Perhimpunan Rakyat Progresif Kalimantan Barat menegaskan bahwa edukasi, pencegahan, dan keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan terhadap ancaman terorisme.

Bagi Rakyat Progresif Kalimantan Barat, melindungi generasi muda dari bahaya terorisme berarti turut menjaga masa depan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow