Rombongan melaksanakan rangkaian kegiatan ibadah yang dimulai dengan sahur bersama, dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah, serta kajian ba’da Subuh di lingkungan Masjid Istiqlal. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman spiritual sekaligus refleksi keagamaan bagi mahasiswa selama bulan suci Ramadan.
Inisiator kegiatan ini, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMC, M. Natsir Amir, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengajak mahasiswa memperkuat dimensi spiritual sekaligus memperluas wawasan keislaman melalui pengalaman langsung di masjid nasional Indonesia.
Menurutnya, Ramadan, khususnya pada 10 malam terakhir, merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan melakukan refleksi diri.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga perlu diajak mentadabburi alam dan lingkungan spiritual. Masjid Istiqlal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara memberikan pengalaman religius yang kuat, terutama pada 10 malam terakhir Ramadan,” ujarnya.
Natsir juga mengutip pesan dari Guru Besar Kelautan Indonesia, Prof. Rokhmin Dahuri, yang sering mengingatkan pentingnya konsistensi dalam melakukan kebaikan. Menurutnya, pesan tersebut sangat relevan dengan semangat Ramadan yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak amal saleh.
“Prof Rokhmin Dahuri selalu mengingatkan bahwa manusia harus terus menanam dan menyebarkan kebaikan di mana pun berada. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbanyak amal saleh dan membiasakan diri melakukan kebaikan secara istiqamah,” kata Natsir.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi mahasiswa, agar mereka mampu menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian ibadah. Selain melaksanakan salat berjamaah, mereka juga berdiskusi mengenai makna Ramadan, pentingnya introspeksi diri, serta nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pesan penting yang menjadi refleksi dalam kegiatan ini adalah hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
“Carilah malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.”
Hadis tersebut mengingatkan umat Islam bahwa malam-malam terakhir Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar, termasuk peluang mendapatkan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Melalui kegiatan ini, FKIP UMC berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga pengalaman spiritual yang dapat memperkuat karakter dan keimanan mereka.
Sebagaimana sebuah kata bijak yang sering diingatkan para ulama, “Kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas di bulan Ramadan bukan hanya menerangi diri sendiri, tetapi juga menjadi cahaya bagi orang lain.”
Kunjungan spiritual ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa FKIP UMC, sekaligus memperkuat tradisi akademik yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan spiritualitas.