Di Ponpoes Al-Zaytun, Prof Rokhmin Ungkap Kunci Rahasia Indonesia Emas 2045

May 4, 2026 - 01:22
May 4, 2026 - 01:33
 0
Di Ponpoes Al-Zaytun, Prof Rokhmin Ungkap Kunci Rahasia Indonesia Emas 2045

MNAINDONESIA.ID - Dalam upaya mengejar target Indonesia Emas 2045, sistem pendidikan nasional memerlukan transformasi revolusioner yang tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga ketangguhan spiritual dan karakter. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, dalam pelatihan di Masjid Rahmatan Lil 'Alamin, Al-Zaytun, Minggu (3/5/2026). Prof Rokhmin menekankan bahwa SDM unggul yang kompeten, kreatif, dan berakhlak mulia adalah prasyarat mutlak bagi bangsa untuk menjadi negara maju dan berdaulat.

Prof. Rokhmin membedah keunggulan dan kelemahan sistem pendidikan Barat yang selama ini mendominasi global. Meski unggul dalam inovasi teknologi dan efisiensi manajemen, sistem Barat sering kali terjebak dalam sekularisme yang memisahkan ilmu pengetahuan dari nilai-nilai ketuhanan. Hal ini berisiko melahirkan generasi yang cerdas secara kognitif namun kering secara spiritual, sebuah tantangan besar di tengah ancaman fenomena brain rot yang kini mengintai generasi muda akibat paparan konten digital yang dangkal.

Sebagai solusinya, Prof Rokhmin memaparkan keunggulan sistem pendidikan Islam yang menawarkan kemaslahatan melalui integrasi IMTAQ (Iman dan Taqwa) serta IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Sistem ini tidak hanya mencetak ahli di bidangnya masing-masing, tetapi juga individu yang memiliki integritas moral tinggi (akhlak mulia). Menurut Prof. Rokhmin, pendidikan Islam memberikan kerangka komprehensif bagi pembentukan pemimpin yang jujur, amanah, dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat.

Implementasi nyata dari sistem pendidikan Islam di Indonesia tercermin dalam model pendidikan berasrama atau Pondok Pesantren (Ponpes). Ponpes dinilai mampu memberikan lingkungan belajar yang totalitas selama 24 jam, memungkinkan proses internalisasi nilai-nilai karakter terjadi secara lebih efektif dibandingkan sekolah umum. Model ini menjadi benteng pertahanan moral sekaligus pusat inkubasi kreativitas bagi santri untuk menghadapi dinamika global yang kompleks.

Secara khusus, Prof. Rokhmin menyoroti peran strategis Pondok Pesantren Al-Zaytun dalam transformasi pendidikan modern di abad ke-21
. Al-Zaytun dipandang telah berada di jalur yang benar (on the track) melalui sistem pendidikan yang konsisten dan berkelanjutan. Dengan fasilitas yang mendukung dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, lembaga ini diharapkan menjadi role model bagi transformasi pendidikan di Indonesia.


Transformasi ini menjadi sangat mendesak mengingat status pembangunan Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan serius, seperti rendahnya rata-rata IQ (93,2) dan penurunan skor PISA yang signifikan
. Tanpa SDM yang mampu bersaing di tingkat dunia, potensi besar Indonesia seperti bonus demografi dan kekayaan sumber daya alam—tidak akan dapat dikelola secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.

Menutup paparannya, Prof. Rokhmin mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada perencanaan yang matang, mengutip Peter Drucker:
"If we fail to plan, then we plan to fail"
. Oleh karena itu, sinergi antara pendidikan berkualitas, stabilitas politik, dan kepemimpinan yang smart menjadi empat prasyarat utama yang harus dipenuhi agar Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju dunia pada tahun 2045.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow