Semakin Panas! Ketua Parlemen Iran Peringatkan Amerika: Kami Belum Memulai

May 5, 2026 - 19:32
 0
Semakin Panas! Ketua Parlemen Iran Peringatkan Amerika: Kami Belum Memulai

MNAINDONESIA.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah negosiator utama sekaligus Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS). Iran memperingatkan Washington untuk tidak meningkatkan eskalasi militer lebih lanjut di Selat Hormuz, jalur perairan paling strategis bagi pasokan energi global.

Pernyataan ini muncul di tengah rentetan serangan berisiko yang menyulut kembali api peperangan di kawasan tersebut. Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerahkan kendali atas Selat Hormuz meski tekanan militer AS meningkat.

Klaim Serangan Militer di Selat Hormuz

Situasi di lapangan dilaporkan memanas setelah militer Washington mengklaim telah melancarkan operasi ofensif. Helikopter Apache dan Seahawk milik AS dilaporkan menghantam enam kapal Iran yang dianggap mengancam pelayaran komersial. Secara terpisah, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pasukan AS telah "menghancurkan" tujuh kapal militer kecil Iran.

Militer AS juga melaporkan keberhasilan mereka dalam menepis serangan rudal dan drone pada Senin (4/5/2026). Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA), yang menjadi sekutu kunci AS di kawasan Teluk, melaporkan adanya rentetan serangan terbaru Iran yang menyasar wilayah mereka.

Dilansir dari AFP, Selasa (5/5/2026), peringatan Ghalibaf merupakan respons langsung terhadap kebijakan Donald Trump yang mengumumkan misi militer baru untuk memandu kapal-kapal negara netral keluar dari perairan Teluk melintasi Selat Hormuz.

Melalui media sosial X, Ghalibaf menyatakan bahwa status quo saat ini sudah tidak tertahankan lagi bagi pihak Amerika.

"Kami mengetahui betul bahwa kelanjutan status quo tidak dapat ditoleransi oleh Amerika; sementara kami bahkan belum memulai. Persamaan baru di Selat Hormuz mulai terbentuk," tegas Ghalibaf.

Ia juga menuding AS dan sekutunya telah melanggar gencatan senjata dan melakukan blokade yang membahayakan transit energi dunia. Di sisi lain, Iran membantah kapal tempurnya hancur dan justru menuduh serangan AS telah menewaskan lima warga sipil di kapal kargo kecil.

Dampak Global dan Kebuntuan Diplomasi

Konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel ini telah berlangsung selama lebih dari dua bulan. Meski sempat ada periode gencatan senjata singkat, pertempuran kembali meluas dan mengguncang stabilitas ekonomi global serta memengaruhi ratusan juta orang di seluruh dunia.

Hingga saat ini, upaya perdamaian masih menemui jalan buntu. Negosiasi antara Teheran dan Washington dilaporkan mandek, dengan hanya satu putaran perundingan damai langsung yang berhasil terlaksana sejauh ini. Dengan kedua belah pihak yang sama-sama memberlakukan blokade maritim, Selat Hormuz kini berada dalam kondisi yang sangat rentan terhadap ledakan konflik yang lebih besar.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow