Apresiasi Sastra! HISKI dan Pelaku Sanggar Pelakon Bakal Gelar Perhelatan Seabad Setahun Asrul Sani
MNAINDONESIA.ID - Mengenang kontribusi besar tokoh budayawan, seniman, teaterawan, sekaligus sineas kenamaan Indonesia, Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) dan Pelaku Sanggar Pelakon bakal menggelar "Seabad Setahun Asrul Sani" di Perpustakaan Nasional RI Jakarta, yang dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Juni 2026.
Kegiatan ini pada intinya bertujuan untuk memperingati sosok Asrul Sani sebagai salah satu pilar intelektual bangsa pada masanya.
Ketua Umum Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI), Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., menekankan bahwa peringatan ini menjadi momentum penting karena tepat pada 10 Juni 2026, usia sang maestro akan genap 101 tahun.
Melalui kolaborasi bersama Pelaku Sanggar Pelakon yang dipimpin oleh Mutiara Sani, perhelatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali berbagai pemikiran kreatif Asrul Sani terkait persoalan kebudayaan, sastra, film, dan teater yang hingga kini masih memiliki relevansi kuat bagi gerak kebudayaan Indonesia.
" Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang apik ini, terlebih acara ini menghadirkan para tokoh-tokoh yang akan meramaikan kegiatan tersebut," ujar Prof Novi di Jakarta, Senin (04/05).
Rangkaian kegiatan akan dibuka pada Selasa, 9 Juni 2026, dengan Dialog Budaya bertema "Jejak Langkah Kreatif Asrul Sani". Diskusi ini menghadirkan narasumber lintas disiplin, mulai dari pakar hukum Prof. Dr. Jimly Assidiqie, akademisi Prof. Riris K. Toha-Sarumpaet dan Shuri M. Gietty Tambunan, hingga tokoh seni Eros Djarot. Selain dialog, publik akan disuguhi pemutaran film klasik "Kemelut Hidup" (1977), sebuah karya adaptasi novel Ramadhan K.H. yang disutradarai langsung oleh Asrul Sani. Film ini menjadi potret kejujuran seorang pensiunan yang menghadapi badai ekonomi dan problematika keluarga yang kompleks.
Pada hari kedua, Rabu, 10 Juni 2026, agenda berlanjut pada Seminar Nasional bertajuk "Asrul Sani dalam Dinamika Budaya Indonesia". Seminar ini terbagi dalam dua sesi yang menghadirkan tokoh-tokoh besar seperti Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, Dr. Seno Gumira Ajidarma, hingga Dr. Imam B. Prasodjo. Bersamaan dengan seminar tersebut, akan diluncurkan buku monumental berjudul Seabad Setahun Asrul Sani: Intelektualitas, Jejak Karya, dan Sineas Indonesia. Buku setebal 1.600 halaman ini terdiri dari dua jilid yang memuat 86 tulisan dari 141 penulis, termasuk kontribusi dari Menteri Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri PPPA, serta para praktisi film dan peneliti HISKI.
Sebagai ruang edukasi visual, panitia juga menggelar pameran khusus bertajuk "Jejak Langkah Kreatif Asrul Sani" yang berlangsung mulai 9 hingga 17 Juni 2026 di lantai 4 Perpustakaan Nasional RI. Pameran yang dikurasi oleh Dhianita Kusuma Pertiwi ini menampilkan rekam jejak sang pelopor Angkatan ’45, mulai dari pendirian Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI), gagasan Surat Kepercayaan Gelanggang, hingga dedikasinya di ranah politik sebagai wakil rakyat.
Melalui pameran ini, diharapkan apresiasi terhadap ketokohan Asrul Sani yang telah meraih Bintang Mahaputra tahun 2000 dapat menjadi referensi inspiratif bagi generasi muda saat ini.
What's Your Reaction?