UT Medan Perkuat Infrastruktur Digital, Siapkan Layanan Starlink untuk Mahasiswa Nias
MNAINDONESIA.ID - Universitas Terbuka (UT) Medan terus memacu transformasi digital guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan jarak jauh di Sumatera Utara. Langkah strategis ini ditegaskan dalam kunjungan kerja jajaran pimpinan teknologi informasi UT Pusat ke Kantor UT Medan guna memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem informasi di daerah tetap optimal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Teknologi Digital, Dr. Muhammad Rif'an, S.T., M.T., bersama Staf Ahli Bidang Sistem Informasi, Dr. Zakirman, S.Pd., M.Pd. Kunjungan ini fokus pada monitoring dan evaluasi layanan teknologi informasi yang menjadi tulang punggung sistem perkuliahan di UT.
Dalam arahannya, Dr. Muhammad Rif'an menekankan bahwa tantangan pendidikan jarak jauh ke depan bukan hanya soal kecanggihan perangkat, melainkan keselarasan antara teknologi dan pengelolanya. Ia menyatakan bahwa transformasi digital yang sukses harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
"Transformasi digital bukan hanya terkait teknologi, tetapi juga menyangkut kesiapan SDM dalam mengelola dan memanfaatkan teknologi secara maksimal," tegas Rif'an di hadapan jajaran staf UT Medan.
Sebagai langkah konkret perluasan akses, UT berencana menyediakan perangkat Starlink untuk mahasiswa di wilayah terpencil, khususnya di Kepulauan Nias. Terobosan ini diharapkan mampu mengatasi kendala konektivitas yang selama ini menjadi hambatan utama mahasiswa di daerah pelosok dalam mengakses modul digital dan mengikuti tutorial daring.
Direktur UT Medan, Yasir Riady, menyambut baik dukungan penuh dari pusat terkait penguatan infrastruktur ini. Menurut Yasir, kehadiran tim IT dari pusat memberikan suntikan semangat bagi UT Medan untuk terus memberikan layanan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Yasir Riady menegaskan bahwa sinergi antara pusat dan daerah adalah kunci utama untuk mewujudkan visi UT sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkualitas dunia. Ia berkomitmen bahwa UT Medan akan terus meningkatkan kualitas layanan agar lebih fleksibel, inklusif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, sinergi antara UT pusat dan UT daerah semakin kuat dalam mewujudkan layanan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi," ujar Yasir Riady.
Selain sesi diskusi dan penyampaian masukan strategis dari Dr. Zakirman terkait pengembangan sistem akademik berbasis digital, rombongan juga melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas teknologi di UT Medan. Monitoring ini dilakukan untuk mengidentifikasi kendala teknis di lapangan sekaligus mencari solusi instan agar layanan kepada mahasiswa tidak terganggu.
Diskusi interaktif yang terjalin memungkinkan jajaran UT Medan menyampaikan tantangan nyata di lapangan, mulai dari manajemen data hingga administrasi digital. Dengan adanya penguatan sistem informasi ini, UT Medan optimistis dapat terus memimpin dalam penyediaan pendidikan tinggi yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, serta semakin siap melayani ribuan mahasiswa di seluruh penjuru Sumatera Utara.
What's Your Reaction?