PB PORDI Nilai KORNI Tabrak Misi Suci Asta Cita Presiden Prabowo, Sportivitas Hanyalah Semu

May 22, 2026 - 17:41
May 22, 2026 - 17:43
 0
PB PORDI Nilai KORNI Tabrak Misi Suci Asta Cita Presiden Prabowo, Sportivitas Hanyalah Semu

MNAINDONESIA.ID - Misi Suci Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar pada pembenahan karakter bangsa, tidak terkecuali di sektor olahraga nasional yang secara tegas menghendaki agar seluruh kegiatannya bernafaskan sportivitas dan fairness. Komitmen ini hadir sebagai angin segar untuk menyapu bersih gaya-gaya lama—mulai dari pengkondisian hasil hingga konsolidasi terselubung demi memenangkan kepentingan kelompok tertentu. Sayangnya, realitas di lapangan justru mempertontonkan arah yang berbalik seratus delapan puluh derajat dari visi besar tersebut.

Apa yang terjadi pada Kamis, 11 Mei lalu, menjadi potret buram yang sangat miris ketika Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat justru meloloskan sebuah cabang olahraga baru yang usianya baru seumur jagung, kurang lebih empat bulan, dan belum teruji prestasinya sama sekali.

Ketua Umum DR. H. Andi Jamaro Dulung, M.S., dan Sekretaris Jenderal Prof. Dr. H. Mansyur Achmad KM, M.Si meniai keputusan KONI tergesa-gesa seolah ingin menyelematkan ORADO yang belum menunjukan prestasi cemerlang. 

Ironisnya, di saat yang sama, KONI seolah menutup mata terhadap Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI), sebuah cabor yang nyata-nyata syarat dengan prestasi dan telah ditopang oleh fondasi pengurus daerah serta pengurus cabang yang solid di berbagai wilayah. Sikap KONI yang berdalih bahwa PB PORDI baru melaporkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pada tanggal 20 Mei terasa sangat janggal, dipaksakan, dan seolah menjadi tameng birokrasi untuk menutupi sebuah pengkondisian terselubung.

Logika sehat tentu mempertanyakan bagaimana mungkin organisasi yang seluruh Pengurus KONI Daerahnya sudah sangat mengenal PB PORDI melalui berbagai kunjungan kerja dan aktivitas nyata, mendadak dianggap "belum sah" hanya karena masalah tanggal pelaporan di atas kertas.

Tindakan tebang pilih ini menunjukkan adanya ketidakadilan standar, di mana cabor instan diberikan karpet merah tanpa rekam jejak kontribusi yang jelas, sementara PB PORDI yang sudah berdarah-darah membangun ekosistem olahraga dari tingkat akar rumput justru dijegal di tikungan akhir. Jika praktik eksklusi dan gaya lama seperti ini terus dibiarkan tumbuh subur di tubuh KONI, maka restrukturisasi olahraga nasional yang diimpikan dalam Asta Cita hanya akan berakhir sebagai jargon politik pemanis jaman.

Ketika keputusan organisasi lebih didasarkan pada kedekatan elite atau agenda terselubung, maka marwah olahraga nasional telah runtuh. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto perlu mengevaluasi total integritas para pemangku kebijakan di KONI agar tangan-tangan gaib pengkondisian ini segera dipangkas demi masa depan olahraga Indonesia yang bersih, adil, dan benar-benar berprestasi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow