Angkatan Muda Kristen Apresiasi dan Berharap Ketegasan Irjen Helfi Assegaf Tangani Begal di Lampung Dilanjutkan Kapolda Baru
MNAINDONESIA.ID - Koordinator Regional Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumatera Bagian Selatan, Melki Sandro Samosir, mengapresiasi kepemimpinan Irjen Pol. Helfi Assegaf selama menjabat sebagai Kapolda Lampung, khususnya terkait ketegasan dalam penanganan aksi pembegalan dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Melki menilai, ketegasan pimpinan kepolisian dalam merespons kejahatan jalanan merupakan langkah penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Menurutnya, negara harus hadir memastikan warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dihantui ketakutan menjadi korban begal.
“Kami mengapresiasi kepemimpinan Irjen Pol. Helfi Assegaf selama bertugas sebagai Kapolda Lampung, khususnya dalam memberikan perhatian serius terhadap pemberantasan aksi begal dan kejahatan jalanan. Ketegasan dalam penegakan hukum sangat dibutuhkan agar masyarakat merasa aman dan negara benar-benar hadir melindungi rakyat,” ujar Melki, Senin (12/10/2026).
Instruksi Tegas terhadap Pelaku Begal
Apresiasi tersebut didasarkan pada sikap tegas Helfi dalam menangani kejahatan jalanan. Pada Mei 2026, Helfi menginstruksikan jajaran kepolisian untuk mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku pembegalan serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor), terutama mereka yang membahayakan keselamatan masyarakat dan petugas.
Instruksi tersebut menjadi penegasan bahwa kejahatan jalanan yang mengancam keselamatan warga harus ditangani secara serius. Penindakan diharapkan tidak hanya memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga memperkuat rasa aman masyarakat.
Bagi Melki, keberanian pimpinan kepolisian dalam merespons keresahan masyarakat merupakan bagian penting dari tanggung jawab institusi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Begal bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi kejahatan yang merampas rasa aman masyarakat, bahkan dapat mengancam nyawa. Karena itu, kami mendukung penegakan hukum yang tegas, profesional, dan terukur terhadap para pelaku. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk meneror masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, ketegasan aparat harus tetap dilaksanakan berdasarkan ketentuan hukum, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta tindakan yang proporsional sesuai situasi di lapangan.
Pengungkapan Kasus Kejahatan Jalanan
Upaya penanganan kejahatan jalanan pada periode kepemimpinan Helfi juga ditandai dengan pengungkapan puluhan kasus kriminalitas oleh jajaran Polda Lampung.
Dalam kurun waktu 13–31 Mei 2026, Polda Lampung mengungkap 75 kasus kejahatan jalanan dan mengamankan 95 tersangka. Kasus-kasus tersebut meliputi pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, serta pencurian kendaraan bermotor.
Selain penindakan, patroli di wilayah rawan kriminalitas dan peningkatan respons terhadap laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Melki menilai, langkah-langkah tersebut perlu terus diperkuat agar masyarakat memperoleh perlindungan yang nyata.
“Masyarakat berhak menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut menjadi korban begal. Kami memandang bahwa kehadiran kepolisian yang responsif dan berani mengambil tindakan sesuai hukum merupakan bagian penting dari perlindungan terhadap hak-hak masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, pemberantasan kejahatan jalanan tidak dapat hanya mengandalkan penindakan setelah kejadian. Upaya pencegahan melalui patroli rutin, pemetaan wilayah rawan, dan keterlibatan masyarakat juga perlu menjadi perhatian berkelanjutan.
Ketegasan Harus Sejalan dengan Profesionalisme
Melki menegaskan bahwa GAMKI Sumbagsel mendukung upaya pemberantasan kejahatan jalanan secara konsisten. Namun, ketegasan penegakan hukum harus berjalan seiring dengan profesionalisme, kepatuhan terhadap prosedur, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Menurutnya, tindakan tegas tidak boleh dimaknai sebagai pengabaian terhadap proses hukum. Aparat tetap harus bertindak sesuai kewenangan, khususnya ketika menghadapi pelaku yang membahayakan keselamatan warga maupun petugas.
“Bagi kami, kepemimpinan di institusi kepolisian tidak hanya diukur dari jabatan, tetapi juga dari komitmen dalam menjawab keresahan masyarakat. Kami berharap perhatian dan upaya pemberantasan kejahatan jalanan selama kepemimpinan Irjen Pol. Helfi Assegaf dapat menjadi fondasi yang terus dilanjutkan oleh kepemimpinan Polda Lampung berikutnya,” kata Melki.
Ia berharap, program pemberantasan begal dan kejahatan jalanan tetap menjadi prioritas Polda Lampung, termasuk setelah terjadinya pergantian kepemimpinan di institusi tersebut.
GAMKI Dorong Keamanan Berkelanjutan di Lampung
Melki menegaskan, apresiasi yang disampaikan GAMKI Sumbagsel bukan berarti persoalan kriminalitas di Lampung telah sepenuhnya selesai. Sebaliknya, apresiasi tersebut diharapkan menjadi dorongan agar upaya menjaga keamanan masyarakat terus ditingkatkan.
“Apresiasi ini bukan berarti pekerjaan rumah dalam menjaga keamanan telah selesai. Justru, ini menjadi pengingat bahwa perang terhadap begal dan kejahatan jalanan harus terus dilanjutkan. Kami ingin Lampung menjadi daerah yang aman bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga situasi keamanan dan ketertiban, sekaligus mendukung langkah-langkah pencegahan kriminalitas melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Menurutnya, lingkungan yang aman merupakan fondasi penting bagi aktivitas sosial, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Harapan kami sederhana, masyarakat Lampung bisa bekerja, berusaha, dan bepergian dengan tenang. Keamanan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, komitmen pemberantasan begal harus terus dijaga dan diperkuat,” tutup Melki.
What's Your Reaction?