Tokoh Muda Muhammadiyah: Jangan Biarkan Densus 88 Kerja Sendiri Lawan Terorisme!
MNAINDONESIA.ID - Tokoh muda Muhammadiyah, M. Huda Prayoga, mengapresiasi langkah Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang menangkap 12 tersangka tindak pidana terorisme di enam provinsi.
Menurut Huda, keberhasilan tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan kerja aparat dalam mengungkap jaringan terorisme sekaligus mencegah potensi ancaman yang dapat membahayakan masyarakat.
“Saya mengapresiasi kerja Densus 88 yang telah mengungkap dan menangkap para tersangka terorisme. Ini tentu bukan pekerjaan yang mudah. Ada proses panjang dan kerja intelijen yang dilakukan untuk mengungkap jaringan tersebut,” ujar Huda saat dimintai tanggapan, Senin (5/10/2026)
Namun, Huda mengatakan pengungkapan tersebut juga menjadi pengingat bahwa potensi ancaman terorisme masih perlu diwaspadai.
“Penangkapan ini patut kita apresiasi, tetapi sekaligus menjadi alarm bahwa sel-sel kelompok teror masih hidup. Karena itu, kewaspadaan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat,” tegasnya.
Huda mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, masyarakat dapat membantu aparat dengan memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang benar-benar mencurigakan dan berkaitan dengan potensi tindak pidana terorisme.
“Densus 88 tidak mungkin bekerja sendiri. Masyarakat juga punya peran penting. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan dan berpotensi membahayakan, jangan diam. Sampaikan melalui jalur yang tepat kepada aparat, bukan mengambil tindakan sendiri,” katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan tanpa menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus tetap tenang dan tidak mudah menuduh seseorang hanya berdasarkan penampilan, latar belakang, atau perbedaan pandangan.
Huda juga mengajak tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, keluarga, dan lingkungan pendidikan untuk bersama-sama memperkuat ketahanan masyarakat, khususnya generasi muda, dari penyebaran paham kekerasan dan ekstremisme.
“Kita dukung kerja Densus 88 dan aparat keamanan. Tapi masyarakat juga jangan menyerahkan semuanya kepada aparat. Kita bisa membantu dengan menjaga lingkungan, memperkuat edukasi, dan melaporkan hal-hal yang memang patut dicurigai melalui mekanisme yang benar. Jangan main hakim sendiri,” ujarnya.
Menurut Huda, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah ancaman terorisme berkembang lebih jauh.
“Apresiasi untuk Densus 88. Mari kita bantu bersama, karena menjaga keamanan dari ancaman terorisme bukan pekerjaan satu pihak saja. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
What's Your Reaction?