FAI UMC Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor demi Wujudkan Relasi Sehat di Kampus
MNAINDONESIA.ID - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum dalam mengatasi berbagai isu sosial di masyarakat, khususnya terkait pencegahan kekerasan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Dekan FAI UMC, Assoc. Prof. Dr. Aip Syarifudin, M.Pd.I.
Dalam keterangannya, Dr. Aip memberikan apresiasi tinggi terhadap jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FAI UMC yang sukses menggelar kegiatan responsif terhadap isu-isu krusial saat ini. Agenda penting ini turut dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) FAI UMC, Dr. Sri Maryati, M.A.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan ruang edukasi dan diskusi demi membangun kesadaran relasi yang sehat, menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk bersuara, serta mewujudkan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh BEM FAI. Ini adalah langkah konkret mahasiswa dalam merespons dinamika sosial," ujar Dr. Aip.
Untuk mengupas tuntas isu tersebut, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten. Mereka adalah Yuliana, S.IP., M.AP (Kepala Bidang PPA DPPKBP3A), Iptu Budi Rahmanto, S.H. (Kanit PPA Polresta Cirebon), serta Dr. Sri Maryati, M.A. yang juga bertindak dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satgas PPKPT UMC.
Pendekatan Agama dan Psikoterapi untuk ABH
Lebih lanjut, Dr. Aip mengungkapkan bahwa FAI UMC memiliki rekam jejak yang kuat dalam membangun kemitraan strategis. Selama ini, FAI telah menjalin kerja sama erat dengan Polresta Cirebon serta DPPKBP3A dalam mengawal isu perlindungan perempuan, anak, dan pencegahan kekerasan.
Salah satu wujud kontribusi nyata yang telah berjalan sekitar 2 hingga 3 tahun terakhir ini adalah keterlibatan aktif FAI UMC dalam program milik polres, yaitu penyelenggaraan Pesantren bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Dalam program tersebut, FAI fokus menjaga mental ABH melalui kolaborasi pendekatan agama dan psikoterapi.
Melalui bekal bimbingan spiritual dan pemulihan psikologis ini, FAI berkomitmen membantu pemulihan trauma serta moral anak-anak agar siap kembali ke masyarakat. Dr. Aip berharap kolaborasi ini semakin terimplementasi secara luas sesuai kebutuhan lapangan.
"FAI UMC siap hadir dan berkontribusi aktif dalam membantu tugas pemerintah serta kepolisian. Program Pesantren ABH yang sudah berjalan beberapa tahun ini menjadi bukti nyata sumbangsih kampus," tegasnya.
Di internal kampus, Dr. Aip mengimbau seluruh sivitas akademika dan mahasiswa untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Beliau menekankan agar semua pihak berani melapor kepada Satgas PPKPT jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan.
Menutup pernyataannya, Dr. Aip menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang selama ini telah berkolaborasi tanpa lelah untuk memajukan institusi FAI UMC.
What's Your Reaction?