Prof Rokhmin: Sudah Saatnya Indonesia Bangun Budidaya Lobster Nasional

Jun 1, 2026 - 22:38
 0
Prof Rokhmin: Sudah Saatnya Indonesia Bangun Budidaya Lobster Nasional

MNAINDONESIA.ID - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mendesak pemerintah untuk segera menghentikan ketergantungan pada ekspor Benih Bening Lobster (BBL) dan mengalihkan fokus pada hilirisasi industri di dalam negeri. Langkah tegas ini dinilai menjadi kunci utama untuk mempercepat kebangkitan ekonomi nasional melalui sektor kelautan dan perikanan.

Dalam pernyataan resminya pada Senin (1/6/2026), Guru Besar IPB University tersebut menyayangkan posisi Indonesia yang saat ini baru menempati peringkat keenam sebagai produsen lobster dunia. Menurutnya, posisi tersebut tidak mencerminkan potensi riil Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati laut luar biasa, termasuk enam jenis lobster bernilai ekonomis tinggi.

"Kita tidak boleh lagi sekadar menjadi pemasok benih mentah untuk membesarkan industri negara lain. Sudah saatnya Indonesia membangun industri budidaya lobster nasional yang kokoh dari hulu hingga hilir," ujar Rokhmin.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini menggarisbawahi bahwa hilirisasi di dalam negeri hanya akan berhasil jika pemerintah mampu menekan biaya operasional budidaya. Hal ini penting agar produk lobster siap saji maupun hasil budidaya Indonesia memiliki daya saing yang tinggi dan harga yang kompetitif di pasar global.

Selain masalah regulasi ekspor, Rokhmin juga menyoroti maraknya praktik penyelundupan benih ilegal yang terus merugikan devisa negara. Ia meminta adanya pengawasan yang lebih ketat serta penegakan hukum tanpa pandang bulu untuk menghentikan kebocoran ekonomi di wilayah pesisir.

Dalam merumuskan tata kelola yang baru, Rokhmin menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara tiga pilar utama: keberlanjutan ekologi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan nelayan lokal. Ia mendorong pemerintah untuk memfasilitasi riset pakan modern, penerapan teknologi digital dalam budidaya, serta penyediaan skema permodalan yang mudah diakses oleh para pembudidaya kecil.

"Jika tata kelola berbasis sains dan keadilan ini diterapkan, Indonesia bukan mustahil bisa merebut posisi sebagai produsen lobster budidaya terbesar di dunia, sekaligus menjadikan sektor ini sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow