Menuju Nobel Sastra 2027: HISKI Galang Pemikiran Akademisi untuk Taufiq Ismail

Jul 8, 2026 - 20:05
 0
Menuju Nobel Sastra 2027: HISKI Galang Pemikiran Akademisi untuk Taufiq Ismail

MNAINDONESIA.ID - Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) menggelar lokakarya penyamaan persepsi penulisan buku bersama sebagai langkah strategis mendukung sastrawan senior Indonesia, Taufiq Ismail, meraih Hadiah Nobel Sastra tahun 2027. Kegiatan ini sekaligus menandai program internasionalisasi organisasi profesi kesusastraan tersebut.

Pada awalnya, proyek penulisan buku komprehensif ini dikhususkan bagi para guru besar di bidang sastra. Namun, dalam perkembangannya, HISKI memutuskan untuk membuka kesempatan lebih luas demi mendorong lahirnya generasi guru besar baru di Indonesia. Kebijakan ini diambil untuk merangkul para akademisi yang memiliki komitmen kuat terhadap dunia kepenulisan.

Ketua Umum HISKI, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya memandang perlu untuk membuka diri. HISKI secara aktif mendorong hadirnya para pakar baru dengan menerima kontribusi karya ilmiah dari para doktor dan master yang memiliki minat, perhatian, serta kepakaran mendalam di bidang ilmu kesusastraan.

Hingga batas akhir pengumpulan, panitia mencatat antusiasme yang luar biasa dari kalangan akademisi. Sebanyak 51 abstrak berhasil dikumpulkan dari para guru besar yang tersebar dari wilayah Aceh hingga Papua. Seluruh abstrak dari para guru besar tersebut dinyatakan diterima oleh tim panitia.

Sebagai tindak lanjut, HISKI menyelenggarakan lokakarya penyamaan persepsi bagi para guru besar tersebut. Pertemuan ilmiah ini diadakan khusus untuk memetakan seluruh ide dan menghindari terjadinya pengulangan tema maupun subtema yang sama di antara para penulis.

Sementara itu, kompetisi ketat terjadi pada kategori non-guru besar. Dari total 41 abstrak yang masuk dari kalangan doktor dan master, tim kurator HISKI hanya memilih 26 abstrak terbaik untuk ikut serta dalam proyek penulisan buku kolaboratif ini.

Proses seleksi dan penetapan abstrak para doktor serta master dilakukan secara ketat oleh tim ahli. Penilaian tersebut didasarkan pada lima kriteria utama, yaitu:

  1. Kesesuaian tema dan subtema yang telah ditentukan.

  2. Sebaran fokus bahasan agar cakupan buku menjadi luas.

  3. Perspektif atau pendekatan ilmiah yang digunakan.

  4. Unsur novelty atau kebaruan konsep yang ditawarkan.

  5. Sebaran wilayah atau afiliasi instansi penulis agar representatif.

Melalui lokakarya ini, para penulis terpilih diberikan ruang dan kesempatan untuk memaparkan rancangan karya tulis mereka secara langsung. Pemaparan tersebut berfungsi sebagai instrumen penting untuk membuat pemetaan minat serta menentukan fokus kajian sastra yang akan dihasilkan dalam buku final nanti.

Gerakan penulisan buku bersama ini menjadi bentuk nyata dari komitmen dan dukungan penuh HISKI sebagai organisasi profesi sarjana kesusastraan di tanah air. Pengusulan Taufiq Ismail ke panggung Nobel Sastra 2027 dinilai momentum tepat, mengingat agenda tersebut berjalan beriringan dengan target HISKI untuk menjadikan tahun 2027 sebagai tahun internasionalisasi organisasi di kancah global.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow