USU, UT, dan UNAND Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Desa Langkat

Jul 20, 2026 - 16:10
 0
USU, UT, dan UNAND Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Desa Langkat

MNAINDONESIA.ID - Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) yang melibatkan 24 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) kembali memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa melalui peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa. Kegiatan tersebut digelar di Desa Kutabuluh, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Minggu (20/7), dengan mengusung tema "Sosialisasi dan Peningkatan Pemahaman Aparatur Desa dalam Mitigasi, Adaptasi, dan Kesiapsiagaan Bencana melalui Manajemen Aset Publik Berbasis Risiko Daerah Aliran Sungai (DAS)."

Salah satu narasumber, Direktur Universitas Terbuka (UT) Medan, Yasir Riady pun memaparkan bahwa kegiatan kolaborasi tersebut merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang tangguh terhadap bencana. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur desa menjadi langkah strategis agar pemerintah desa mampu mengintegrasikan mitigasi, adaptasi, dan pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan serta pengelolaan aset publik yang berkelanjutan.

" Melalui kegiatan ini, kami berharapa bisa mendorong pemerintah desa untuk mengintegrasikan aspek mitigasi, adaptasi, dan kesiapsiagaan bencana ke dalam perencanaan pembangunan desa serta pengelolaan aset publik. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan aset dan meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat," ucapnya.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari pemerintah desa dan perwakilan tim PMKI yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mentransformasikan hasil penelitian menjadi solusi yang aplikatif dan dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.

Materi sosialisasi disampaikan oleh akademisi dari sejumlah PTNBH yang tergabung dalam konsorsium PMKI, yakni Dr. Lasma Melinda Siahaan, S.E., M.Si. dan Prof. Dr. Elisabet Siahaan, S.E., M.Ec. dari Universitas Sumatera Utara serta Prof. Ir. Taufika Ophiyandri, S.T., M.Sc., Ph.D. dari Universitas Andalas.

Para narasumber memaparkan berbagai materi, mulai dari identifikasi potensi risiko bencana di kawasan DAS, prinsip mitigasi dan adaptasi berbasis masyarakat, pengelolaan aset publik yang mempertimbangkan tingkat kerawanan bencana, hingga penyusunan langkah-langkah kesiapsiagaan yang dapat diterapkan di tingkat desa.

Kegiatan diikuti kepala desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lainnya. Selama sesi diskusi, peserta aktif menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi Desa Kutabuluh, seperti ancaman banjir, kerusakan infrastruktur, serta perlindungan aset publik yang rentan terdampak bencana.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi identifikasi aset publik yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana. Dengan pendekatan partisipatif, mereka memetakan berbagai aset strategis desa, antara lain jalan, jembatan, fasilitas pelayanan publik, sarana air bersih, hingga fasilitas pendidikan. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan prioritas mitigasi risiko pada perencanaan pembangunan desa di masa mendatang.

Tim PMKI berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas aparatur desa untuk mengintegrasikan perspektif pengurangan risiko bencana ke dalam tata kelola pembangunan. Pengelolaan aset publik berbasis risiko diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya desa sekaligus mengurangi potensi kerugian ketika bencana terjadi.

Melalui sinergi 24 PTNBH, Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia diharapkan terus menghadirkan inovasi dan pendampingan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut menjadi bentuk kontribusi dunia akademik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, memperkuat kapasitas pemerintah desa, dan meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow