Ayah Erik: Satu Meja Domino, Empat Kepala Menyatukan Perbedaan
MNAINDONESIA.ID - Satu meja dengan empat kepala bukan sekadar ruang bermain, melainkan metafora tentang kehidupan. Di atas meja domino, setiap orang datang membawa latar belakang, pengalaman, keyakinan, dan cara pandang yang berbeda. Namun, ketika permainan dimulai, perbedaan tidak lagi menjadi tembok, melainkan jembatan yang menghubungkan. Begitulah hakikat domino.
Demikian disampaikan oleh Walikota Tidore Kepulauan (Tikep) , Muhammad Sinen usai silaturahmi dan bermain domino dengan Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino (PB-PORDI), Andi Jamaro Dulung dan jajarannya di Kantor PB Pordi Jakarta, Sabtu 1 Juli 2026.
Dalam suasana yang penuh keakraban tersebut, Ayah Erik (Sapaan Akrab Walikota Tikep) bersama rekannya mendominasi permainan. Hal ini dibuktikan dengan skor unggul dari Ketum PB Pordi.
“ Jika seperti ini, saya bisa dapat predikat atlet nasional. Inilah domino yang mengajarkan bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kemampuan menerima keberagaman. Empat kepala berpikir, berdialog, dan mengambil keputusan dalam satu irama permainan. Tidak ada identitas yang harus dihapus agar kebersamaan tercipta; yang diperlukan hanyalah penghormatan terhadap aturan, kejujuran, dan saling percaya,” ujar Ayah Erick yang disambut tawa oleh pengurus PB Pordi Pusat.
Lebih lanjut, Ayah Erik yang juga Ketua Pengurus Daerah Pordi Provinsi Maluku utara pun mulai menjabarkan makna filosofis meja domino yang menjadi ruang kecil yang mencerminkan masyarakat ideal. Artinya, setiap suara memiliki tempat, setiap perbedaan memiliki nilai, dan setiap langkah mengandung tanggung jawab.
Di sanalah kemenangan bukan semata hasil kecerdikan, melainkan buah dari komunikasi, etika, dan kebijaksanaan. Sebab, sebagaimana kehidupan, domino mengajarkan bahwa manusia tidak dibesarkan oleh kesamaan, melainkan dimuliakan oleh kemampuannya merawat perbedaan dalam satu meja kebersamaan.
Selain itu, Ayah Erik juga memberikan apresiasi kepada Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dulung yang dinilainya berhasil membawa organisasi berkembang secara nasional dengan pendekatan yang inklusif. Di bawah kepemimpinan Andi Jamaro Dulung, PB PORDI dinilai mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap domino, dari sekadar permainan menjadi olahraga masyarakat yang memiliki nilai edukatif, sosial, dan budaya.
Menurutnya, langkah PB PORDI yang saat ini berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) semakin memperkuat posisi domino sebagai olahraga masyarakat yang layak mendapatkan perhatian dan pembinaan secara berkelanjutan.
Mengakhiri silaturahmi ini, Ayah Erik tak bisa pungkiri bahwa hanya dengan domino, masyarakat yang beraneka ragam di Malut ini semakin menguatkan persaudaraan. Soal pengda Pordi Malut, Ayah Erik memastikan seluruh pengda di seluruh Kabupaten dan Kota di Bumi Kieraha ini dalam tahap konsolidasi.
What's Your Reaction?