Prof Rokhmin Dorong KAHMI Perkuat SDM dan Inovasi Menuju Jawa Barat Istimewa 2045

Aug 9, 2026 - 05:06
Aug 9, 2026 - 05:46
 0
Prof Rokhmin Dorong KAHMI Perkuat SDM dan Inovasi Menuju Jawa Barat Istimewa 2045

MNAINDONESIA.ID - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat didorong mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung terwujudnya Jawa Barat Istimewa dan Indonesia Emas 2045.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, mendorong Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) memperkuat peran dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), riset, dan inovasi untuk mewujudkan Jawa Barat Istimewa dan Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Prof Rokhmin dalam Seminar Nasional Musyawarah Wilayah VII KAHMI Jawa Barat bertema “Transformasi Keumatan Menuju Jawa Barat Istimewa” di Grand Asrilia Hotel Convention, Bandung, Sabtu (8/8/2026).

Gagasan yang disampaikan mengusung redesign mindset menuju insan cita melalui SDM unggul, meritokrasi, inovasi, dan kolaborasi pentahelix.

Menurut Prof Rokhmin yang merupakan Anggota DPR RI Dapil Cirebon dan Indramayu ini, Jawa Barat memiliki modal pembangunan yang besar, terutama basis ekonomi dan industri yang kuat. Data yang dipaparkan menunjukkan PDRB Jawa Barat mencapai sekitar Rp3,04 triliun pada 2025 dengan pertumbuhan ekonomi 5,32 persen. Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi 40,41 persen terhadap PDRB. Besarnya basis industri tersebut harus diikuti penyediaan talenta, penguatan inovasi, keterhubungan pendidikan dengan kebutuhan industri, serta penciptaan pekerjaan berkualitas.

Namun, kekuatan ekonomi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemerataan kesejahteraan. Tokon Nelayan Nasional itu pun mencatat IPM Jawa Barat pada 2025 sebesar 75,90, tingkat kemiskinan September 2025 sebesar 6,78 persen atau sekitar 3,55 juta jiwa, serta Gini Ratio 0,397.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan pembangunan yang harus dijawab melalui peningkatan kualitas manusia, produktivitas, dan pemerataan. Dengan skala ekonomi yang besar, Jawa Barat dinilai membutuhkan kualitas SDM yang semakin tinggi agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat.

Pada sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran Jawa Barat juga masih menjadi perhatian. Data yang dipaparkan menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 mencapai 6,64 persen, lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional sebesar 4,68 persen. Sementara itu, 55,80 persen pekerja berada di sektor informal dan 44,20 persen berada di sektor formal.

Menteri KKP era Presiden Gus Dur dan Megawati  itu menyebut transformasi SDM Jawa Barat menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, tingginya informalitas pekerjaan, produktivitas, budaya inovasi, disrupsi kecerdasan buatan dan otomasi, serta mobilitas sosial.

Karena itu, riset, kreativitas, kewirausahaan, hilirisasi pengetahuan, reskilling, dan pembelajaran sepanjang hayat perlu menjadi bagian penting dalam pembangunan SDM. Transformasi pembangunan harus bergerak dari potensi sumber daya alam, demografi, lokasi, dan budaya menuju SDM unggul, produktivitas dan inovasi, daya saing, pekerjaan berkualitas, hingga kesejahteraan yang adil dan berkelanjutan.

Dalam mewujudkan agenda tersebut, Prof Rokhmin menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media. KAHMI dinilai memiliki posisi strategis karena jaringan alumninya tersebar di berbagai simpul pembangunan.

KAHMI dapat berperan sebagai penghubung pengetahuan, mentor, penggerak kebijakan, investor, maupun pencipta lapangan kerja. Jejaring alumni dinilai akan memiliki nilai strategis apabila mampu menghubungkan ilmu, kebijakan, modal, pekerjaan, media, dan kebutuhan masyarakat.

Untuk memperkuat peran tersebut, sejumlah program juga diusulkan, antara lain Talent and Leadership Academy, Alumni Mentoring Network, Job and Apprenticeship Exchange, Entrepreneur and Cooperative Accelerator, serta Policy and Innovation Lab.

Melalui penguatan jejaring, inovasi, dan kolaborasi tersebut, KAHMI diharapkan mampu mengubah modal sosial alumni menjadi modal produktif yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat. Agenda tersebut diarahkan untuk mempercepat terwujudnya Jawa Barat Istimewa sekaligus mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow