Menuju Indonesia Emas 2045, Prof Rokhmin: Kiai Muda Harus Jadi Game Changer
MNAINDONESIA.ID - Kiai muda di Cirebon Raya punya peran penting dalam menyiapkan generasi santri yang berdaya saing global. Peran tersebut dinilai penting untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri dalam Diskusi Kebangsaan Bersama Kiai Muda Cirebon Raya bertajuk “Kiai Muda Sebagai Game Changer: Mencetak Santri Berdaya Saing Global, Berbasis Nilai Keislaman dan Sains” di Nana Cafe, Kota Cirebon, Ahad (9/8/2026).
Dalam paparannya, Anggota DPR RI Dapil Cirebon dan Indramayu itu menekankan pentingnya peningkatan peran umat Islam dalam pembangunan nasional. Menurut materi yang disampaikannya, sebuah negara membutuhkan sejumlah prasyarat untuk menjadi maju, sejahtera, dan berdaulat, antara lain penegakan hukum berdasarkan kebenaran dan keadilan, meritokrasi, kolaborasi antarkomponen wilayah, tata kelola pemerintahan yang baik, serta kepemimpinan yang kompeten dan berintegritas.
" Saudara ku, saya mengajak untuk kita peduli dengan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu faktor utama. Pendidikan berkualitas, peningkatan keterampilan, riset, inovasi, serta penguatan iman dan takwa dinilai menjadi bagian penting dalam membangun manusia Indonesia yang kompeten, kreatif, inovatif, memiliki etos kerja tinggi, dan berakhlak mulia," ujar Prof Rokhmin.
Menurut Prof Rokhmin, Indonesia memiliki modal pembangunan yang besar, mulai dari bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, hingga posisi geoekonomi dan geopolitik yang strategis. Karena itu, potensi tersebut perlu dikelola melalui pembangunan yang terarah agar dapat menghasilkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kedaulatan bangsa.
Namun, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, disparitas pembangunan antarwilayah, deindustrialisasi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, serta kerusakan lingkungan.
Di tengah perubahan global, tantangan tersebut semakin kompleks dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, perang dagang, krisis ekologis, serta disrupsi teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan buatan dan robotika. Kondisi itu menuntut peningkatan daya saing nasional dan kemampuan masyarakat beradaptasi terhadap perubahan.
Dalam materi diskusi, Prof Rokhmin juga menawarkan arah pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi tinggi, berkualitas, inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Pembangunan tersebut mencakup transformasi struktural ekonomi, kedaulatan pangan dan energi, peningkatan produktivitas, penguatan konektivitas, serta pengembangan blue economy, green economy, dan ekonomi berbasis teknologi.
Khusus bagi umat Islam, ia mendorong penguatan iman dan takwa, akhlak mulia, serta kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kiai muda diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dengan memadukan nilai-nilai keislaman dan sains dalam proses pendidikan dan pembinaan santri.
Dengan pendekatan tersebut, pesantren dan para kiai muda diharapkan tidak hanya berperan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga ikut menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kreativitas, dan daya saing untuk menghadapi tantangan Indonesia menuju 2045.
What's Your Reaction?