Gelar Perayaan Seabad Setahun Asrul Sani, HISKI dan Perpusnas Hidupkan Kembali Warisan Sang Maestro Sinema
MNAINDONESIA.ID - Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) bekerja sama dengan Pelaku Sanggar Pelakon dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) resmi menggelar rangkaian perayaan "Seabad Setahun Asrul Sani". Pembukaan agenda berskala nasional tersebut ditandai dengan Dialog Budaya dan Pemutaran Film Kemelut Hidup yang berlangsung khidmat di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Pusat HISKI sekaligus Ketua Pelaksana Acara, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., menyampaikan bahwa agenda kolaboratif ini merupakan bentuk penghormatan dan ruang refleksi bagi tokoh besar kebudayaan yang telah berjasa bagi bangsa. Perayaan ini berhasil mengintegrasikan serta mempertemukan para akademisi lintas daerah, praktisi seni, birokrat, hingga perwakilan keluarga peninggalan sang maestro.
"Di ruangan ini telah berhimpun orang-orang besar untuk merayakan tokoh besar yang berjasa bagi bangsa dan negara Indonesia," ujar Prof. Novi.
Ia juga secara khusus menyambut hangat kehadiran seniman senior Mutiara Sani Sarumpaet serta sastrawan angkatan '66, Taufiq Ismail, yang turut hadir di tengah puluhan guru besar sastra dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia, seperti UGM, Universitas Udayana, Universitas Airlangga, hingga Universitas Sumatera Utara.
Prof. Novi memaparkan, perayaan ini diinisiasi dari sebuah pertemuan berkala di Kantor Sekretariat HISKI Jakarta Selatan yang kemudian mengerucut menjadi rangkaian kegiatan ilmiah dan apresiasi seni. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup Pameran Jejak Langkah Kreatif Asrul Sani yang berlangsung hingga 17 Juni 2026, Dialog Budaya, Seminar Nasional, serta penulisan buku komprehensif.
Buku dokumentasi pemikiran tersebut bertajuk Seabad Setahun Asrul Sani: Intelektualitas, Jejak Karya, dan Sineas Indonesia. Karya literatur ini merangkum 86 tulisan ilmiah serta memoar yang disumbangkan oleh 51 penulis utama, 17 penulis undangan, 6 editor, 7 penulis pengantar, dan 5 penulis dari pihak keluarga.
"Buku ini diterbitkan ke dalam dua volume, yakni buku merah setebal 960 halaman dan buku hijau setebal 824 halaman. Keduanya saling menguatkan dan akan resmi diluncurkan besok, Rabu, 10 Juni 2026, tepat pada hari kelahiran Bapak Asrul Sani," tambah Prof. Novi.
Sebagai tokoh multilateral yang hidup melintasi tiga zaman penjajahan Belanda, Jepang, dan era kemerdekaan—serta tiga periode pemerintahan, Asrul Sani dinilai konsisten memegang teguh prinsip kemanusiaan dan kebudayaannya. Semangat tersebut terekam jelas dalam dokumen bersejarah "Surat Kepercayaan Gelanggang".
Melalui penyelenggaraan perayaan ini, rekam jejak Asrul Sani sebagai sastrawan, budayawan, politikus, pendidik, teaterawan, dan sineas andal diharapkan menjadi pemantik inspirasi dan inovasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa S1 hingga S3 yang ikut meramaikan acara.
Acara pembukaan tersebut ditutup dengan pemutaran film ikonik Kemelut Hidup, sebuah karya sinematografi adaptasi Asrul Sani yang dibintangi langsung oleh Mutiara Sani. Pihak pelaksana turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Taufiq Ismail beserta Ibu Esiyati Yatim, Menteri Kebudayaan RI, Prof. (HC) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Prof. Dr. Bambang Wibawarta, M.A.,Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D.,Dr. Drs. Joko Santoso, M.Hum. (Sekretaris Utama), Pemimpin Pelaku Sanggar Pelakon, Ibu Mutiara Sani Sarumpaet,Ketua Dewan Pakar HISKI, Prof. Riris K. Toha Sarumpaet, M.Sc., Ph.D.,Keluarga Besar Asrul Sani,Para Narasumber Dialog Budaya (Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H.; Prof. Dr. Riris K-Toha Sarumpaet; Ibu G.M. Gietty Tambunan, M.A., Ph.D.; Bapak Eros Djarot; Bapak Fausan Zidni, M.A.) serta jajaran panitia yang sukses mengawal kegiatan pelestarian warisan intelektual bangsa ini.
What's Your Reaction?