FT UMC Dorong Penguatan Halal Supply Chain

Nov 28, 2025 - 17:18
Dec 2, 2025 - 17:22
 0
FT UMC Dorong Penguatan Halal Supply Chain

MNAINDONESIA.ID - Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menyelenggarakan Seminar Nasional Halal Supply Chain bertema “Upaya Menjamin Integritas Produk” pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di Meeting Room Kampus 3 UMC.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UMC dalam memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus mendorong pengembangan industri halal yang berdaya saing global.

Acara dibuka dengan sambutan Rektor UMC, Arif Nurudin, MT, yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Wakil Rektor III, Dr. Bagus Nurul Iman.

Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa penguatan rantai pasok halal merupakan kebutuhan strategis yang tidak hanya relevan bagi industri, tetapi juga sejalan dengan visi UMC dalam mencetak lulusan berintegritas dan adaptif terhadap tuntutan zaman.

Seminar dipandu oleh Dekan Fakultas Teknik, Ir. Nuri Kartini, MT., IPM., AER, yang bertindak sebagai moderator.

Ia menekankan bahwa mahasiswa harus memahami peran teknis dan manajerial dari halal supply chain, mengingat sektor tersebut kini menjadi perhatian global dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia.

Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Dr. Ir. H. Sutarman, M.Sc., IPU, Guru Besar Logistik dari Telkom University sekaligus Ketua ICMI Orwil Jawa Barat.

Dalam paparannya, Prof. Sutarman menegaskan bahwa konsep halal telah berkembang menjadi standar mutu internasional yang menuntut integritas penuh pada setiap proses rantai pasok.

 “Halal bukan hanya sekadar menghindari bahan yang dilarang. Ia mencerminkan kualitas, moralitas, kebersihan, dan keamanan publik,” tegasnya.

Prof. Sutarman menjelaskan bahwa halal supply chain merupakan penguatan dari sistem rantai pasok konvensional dengan penekanan pada pemisahan fisik, administratif, serta perlindungan dari risiko kontaminasi.

Setiap fase pengadaan bahan baku, produksi, distribusi, hingga pengiriman ke konsumen—harus memastikan kehalalan tetap terjaga.

Ia juga menyoroti transformasi digital sebagai elemen kunci dalam ekosistem industri halal modern.

Teknologi blockchain, kata dia, memastikan keterlacakan penuh (traceability) sepanjang perjalanan produk. Sementara Internet of Things (IoT) memantau kondisi penyimpanan dan distribusi, dan big data serta artificial intelligence digunakan untuk analisis prediktif terhadap permintaan pasar dan kualitas pemasok. “Konsumen masa kini menuntut transparansi total. Digitalisasi adalah jawaban atas kebutuhan itu,” ujarnya.

Seminar juga menghadirkan pembicara internal, Dr. Andri Hermawan, MT, Dosen Fakultas Teknik UMC, yang memberikan perspektif akademik mengenai implementasi halal supply chain di industri nasional, termasuk tantangan UMKM terhadap sertifikasi halal, fasilitas logistik, dan standar mutu.

Dalam pembahasannya, Prof. Sutarman turut menampilkan keberhasilan Ningxia di Tiongkok sebagai Halal Food International Hub yang terintegrasi dengan Belt and Road Initiative, sebagai contoh nyata bagaimana manajemen halal yang sistematis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Menutup acara, Nuri Kartini menegaskan bahwa Fakultas Teknik UMC akan terus memperluas kerja sama riset dan pengabdian di bidang industri halal sebagai bentuk kontribusi kampus terhadap peningkatan daya saing nasional.

 “Mahasiswa perlu memahami bahwa halal supply chain adalah masa depan industri. Kita harus siap menjadi bagian dari transformasi ini,” ujarnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow