STEM Day PGSD UGJ, Olah Limbah Organik Jadi Pangan Inovatif

Feb 10, 2026 - 08:16
Feb 14, 2026 - 08:21
 0
STEM Day PGSD UGJ, Olah Limbah Organik Jadi Pangan Inovatif

MNAINDONESIA.ID - Program Studi (Prodi) S1 Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menggelar pameran karya produk berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) di Aula Kampus 2 UGJ, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan sains dan kreativitas mahasiswa dalam menjawab persoalan lingkungan.

Gelar karya tersebut merupakan luaran dari mata kuliah IPA Biologi yang dirancang tidak hanya untuk memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga melatih mahasiswa berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan solutif melalui pendekatan STEM. Kegiatan ini menghadirkan 21 produk pangan inovatif yang seluruhnya diolah dari limbah organik.

Dosen mata kuliah IPA Biologi PGSD , Nailah Tresnawati, S.Si., M.Pd., mengatakan pendekatan STEM diterapkan agar mahasiswa mampu mengaitkan teori dengan praktik nyata di lapangan. “Pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi bagaimana mahasiswa mampu mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika untuk menghasilkan solusi yang aplikatif,” ujarnya.

Menurut Nailah, tema pengolahan limbah organik menjadi pangan inovatif dipilih untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap persoalan lingkungan. Limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai didorong untuk diolah menjadi produk yang aman dikonsumsi, bernilai tambah, dan memiliki potensi ekonomi.

Sejumlah produk yang dipamerkan antara lain keripik dari kulit singkong, manisan kulit pisang, dimsum berbahan kulit wortel, serta manisan kulit semangka. Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah organik rumah tangga dapat diolah menjadi pangan alternatif yang layak konsumsi dan berdaya jual.

Bagi Naila, gelar karya tersebut juga menjadi ruang edukasi publik bahwa pengelolaan limbah organik dapat dilakukan secara kreatif dan produktif. Dengan semangat “Limbah Berkurang, Manfaat Bertambah”, mahasiswa membuktikan bahwa solusi sederhana berbasis sains mampu menghadirkan perubahan nyata di lingkungan sekitar.

"Pendekatan STEM diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan abad ke-21, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat," pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow