Meriahkan HORECA Connect Sumut, UT Medan Buka Peluang Kuliah bagi Pelaku Industri Perhotelan
MNAINDONESIA.ID -
Direktur Universitas Terbuka (UT) Medan, Yasir Riady, menegaskan komitmen kampusnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor hospitality saat meramaikan ajang Business & HORECA Connect 2026, 14–16 Februari 2026, di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention.
Menurut Yasir Riady, partisipasi UT Medan dalam forum yang mempertemukan pelaku hotel, restoran, dan kafe (HORECA) tersebut bukan sekadar kehadiran simbolik, melainkan langkah strategis membuka akses pendidikan tinggi bagi para pekerja industri perhotelan yang selama ini terkendala waktu dan biaya.
“Kami ingin memastikan bahwa para karyawan hotel, restoran, maupun pengelola kafe di Sumatera Utara memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Sistem pembelajaran jarak jauh UT menjadi solusi nyata,” tegas Yasir Riady.
Dalam pameran tersebut, UT Medan secara khusus mempromosikan Program S1 Pariwisata yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi manajerial, pelayanan, hingga pengelolaan destinasi dan usaha hospitality yang kini semakin kompetitif.
Yasir Riady menambahkan, model pembelajaran fleksibel yang diterapkan UT memungkinkan mahasiswa belajar secara daring, memanfaatkan modul digital, serta mengikuti ujian terjadwal tanpa mengganggu jam kerja. Bahkan, pengalaman kerja di industri dapat menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran.
“Banyak pelaku industri yang sebenarnya sudah kompeten secara praktik, tetapi membutuhkan penguatan akademik untuk naik jenjang karier. UT hadir menjembatani kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya minat terhadap informasi sistem kuliah daring, pengakuan pengalaman kerja, hingga skema pembayaran yang fleksibel. Tim UT Medan di booth pameran secara aktif memberikan konsultasi langsung terkait pilihan program sarjana dan pascasarjana.
HORECA Connect Sumut sendiri menjadi forum kolaboratif penting antara dunia usaha dan dunia pendidikan. Bagi Yasir Riady, sinergi ini mutlak diperlukan agar kurikulum pendidikan tinggi selaras dengan kebutuhan riil industri.
“Kami tidak ingin kampus berjalan sendiri. Pendidikan harus terhubung dengan kebutuhan pasar. Karena itu, kemitraan dengan DUDI menjadi prioritas UT Medan,” katanya.
Keikutsertaan UT Medan dalam ajang ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi negeri berbasis pendidikan terbuka dan jarak jauh tersebut sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata dan perhotelan di Sumatera Utara.
Dengan langkah proaktif ini, Yasir Riady berharap semakin banyak pelaku industri HORECA yang berani mengambil kesempatan untuk meningkatkan kualifikasi akademik, sehingga mampu mendorong daya saing sektor hospitality daerah di tingkat nasional maupun global.
What's Your Reaction?