Pemkab Banyuwangi Berikan Piagam Penghargaan kepada HISKI

Dec 10, 2025 - 05:31
Dec 12, 2025 - 03:19
 0
Pemkab Banyuwangi Berikan Piagam Penghargaan kepada HISKI

MNAINDONESIA.ID - Ketua Umum Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI), Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang memberikan piagam penghargaan kepada HISKI dalam rangkaian Festival Sastra Banjoewangi Tempo Doeloe 2025. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk terima kasih atas partisipasi HISKI dalam pameran dan rangkaian kegiatan sastra yang digelar pada November 2025.

Prof. Dr. Novi Anoegrajekti menilai penghargaan tersebut sebagai pengakuan penting terhadap peran HISKI dalam merawat kebudayaan literasi nasional. Ia menekankan bahwa HISKI hadir bukan sekadar sebagai organisasi akademis, tetapi juga sebagai motor penggerak yang mempertemukan tradisi, kreativitas, dan dinamika keilmuan.

“Kami merasa terhormat menjadi bagian dari festival ini. Banyuwangi memberi contoh bagaimana sastra dapat dirayakan dengan cara yang hidup, terbuka, dan membumi,” ujarnya.

Festival Sastra Banjoewangi Tempo Doeloe 2025 menampilkan rangkaian kegiatan bernuansa historis yang memadukan kekuatan tradisi dan inovasi. Pameran naskah, seni tutur, presentasi kreatif, hingga diskusi lintas komunitas menjadi pusat perhatian para pengunjung. Dalam kesempatan itu, HISKI menampilkan berbagai literatur, dokumentasi, dan interpretasi karya yang menggambarkan perjalanan sastra Indonesia dari masa ke masa.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman, menyampaikan bahwa kontribusi HISKI memberikan nilai lebih bagi penyelenggaraan festival. Kehadiran HISKI memperkaya ruang dialog budaya dan memberikan kedalaman perspektif mengenai pentingnya memahami sastra sebagai bagian dari warisan sekaligus pengetahuan. Menurutnya, festival ini menjadi semakin bermakna dengan hadirnya lembaga akademik yang mampu menjembatani generasi lama dan generasi muda.

Dalam refleksinya, Prof. Novi menegaskan pentingnya menciptakan kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas kreatif. Ia menilai bahwa sastra harus terus menjadi ruang perjumpaan yang mendorong lahirnya gagasan-gagasan segar, tidak hanya di dunia akademis tetapi juga di tengah masyarakat luas. 

“Sastra adalah ruang untuk memahami diri sendiri, memahami orang lain, dan memahami bangsa ini. Ia hidup ketika dirayakan bersama,” tegasnya.

HISKI berkomitmen menjadikan penghargaan ini sebagai pendorong untuk semakin aktif memperkuat ekosistem literasi di Indonesia. Mulai dari penelitian, pengabdian, hingga kolaborasi kreatif, HISKI ingin memastikan bahwa sastra terus hadir sebagai kekuatan budaya yang relevan dan menginspirasi.

Prof. Novi berharap festival semacam ini terus berkembang dan menjadi ruang belajar bagi generasi muda.

“Kami ingin anak-anak muda kembali menemukan keajaiban sastra, karena di sanalah mereka bisa membangun imajinasi dan masa depan,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow