Rapat Perdana Pengurus BPD PHRI Sumut 2026–2031: Perkuat Soliditas dan Siapkan Program Strategis Pariwisata
MNAINDONESIA.ID - Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Sumatera Utara menggelar rapat perdana kepengurusan periode 2026–2031 sebagai langkah awal konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan program kerja lima tahun ke depan. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan ini menjadi momentum strategis bagi para pengurus untuk memperkuat sinergi dalam memajukan sektor pariwisata dan industri hospitality di Sumatera Utara.
Rapat perdana tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BPD PHRI Sumut periode 2026–2031, Melky Maydiroy Waas, yang sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah XIII PHRI Sumut. Dalam arahannya, Melky menegaskan pentingnya soliditas organisasi serta kolaborasi lintas sektor agar PHRI mampu menjawab tantangan industri pariwisata yang terus berkembang.
“PHRI Sumut harus menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha hotel dan restoran. Kita perlu bergerak bersama, memperkuat komunikasi dengan pemerintah, asosiasi, dan stakeholder lainnya demi menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Melky.
Selain agenda konsolidasi internal, rapat juga dihadiri sejumlah mitra strategis dari kalangan akademisi dan dunia pendidikan. Salah satu yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah Direktur Universitas Terbuka (UT) Medan, Yasir Riady, yang menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan industri hospitality.
Menurut Yasir Riady, sektor pariwisata dan perhotelan tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan promosi destinasi, tetapi juga pada kualitas tenaga kerja yang profesional dan adaptif terhadap perubahan.
“Industri hospitality sangat bergantung pada kualitas layanan. Karena itu, penguatan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan menjadi kunci agar sektor ini mampu bersaing secara nasional maupun global,” kata Yasir Riady.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM unggul yang siap bekerja di sektor pariwisata. UT Medan, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi dengan PHRI dalam pengembangan program pelatihan, peningkatan keterampilan digital, serta penguatan kapasitas manajerial bagi pelaku industri hotel dan restoran.
Dalam rapat tersebut, masing-masing bidang kepengurusan PHRI Sumut juga memaparkan rencana program prioritas yang akan dijalankan selama masa kepengurusan. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas SDM, penguatan promosi destinasi wisata, digitalisasi sistem pelayanan, hingga advokasi kebijakan yang berpihak pada dunia usaha.
Sejumlah isu strategis turut menjadi pembahasan utama, di antaranya upaya meningkatkan tingkat okupansi hotel, stabilitas harga bahan baku bagi pelaku usaha restoran, serta penguatan event daerah sebagai daya tarik wisata.
Pengurus PHRI Sumut juga sepakat untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta komunitas pariwisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor hospitality.
Melalui konsolidasi awal ini, PHRI Sumatera Utara optimistis dapat membangun organisasi yang lebih solid serta mampu menjadi motor penggerak industri hotel dan restoran di daerah. Kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan dunia pendidikan diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata Sumatera Utara semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
What's Your Reaction?