UNJ Cerdaskan Bangsa: Reskilling dan Upskilling sebagai Solusi Pendidikan
MNAINDONESIA.ID - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menyelenggarakan webinar nasional bertajuk "Penguatan Literasi bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini", Selasa (9/6). Dalam forum yang dihadiri oleh ratusan pendidik tersebut, para pakar menegaskan bahwa dunia pendidikan modern saat ini menuntut paradigma baru yang dinamis dari para guru agar mampu mencetak generasi cerdas sejak dini melalui literasi yang kreatif dan bermakna.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Dr. Ifan Iskandar, M.Hum., yang hadir memberikan welcoming speech, menyatakan bahwa menjadi pendidik di era digital bukan lagi sebuah tujuan akhir karier yang statis. Sebaliknya, hal tersebut merupakan awal perjalanan panjang pengabdian yang dituntut terus beradaptasi dengan disrupsi teknologi serta perubahan kurikulum yang berjalan sangat cepat.
"Gelar sarjana pendidikan dan sertifikasi guru bukanlah pelabuhan terakhir. Itu baru tiket masuk. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana guru terus relevan dengan generasi alfa yang mereka ajar hari ini," ujar Prof. Ifan Iskandar saat membuka rangkaian acara webinar nasional tersebut.
Ia menegaskan, melepaskan keinginan untuk belajar merupakan kekeliruan besar bagi seorang guru. Dalam kondisi zaman yang kompetitif ini, proses reskilling (mempelajari keterampilan baru) dan upskilling (meningkatkan keterampilan yang sudah ada) telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari muruah dan integritas profesional seorang pendidik.
Tuntutan Zaman yang Dinamis
Sejalan dengan pandangan tersebut, sejumlah pakar yang hadir juga memperingatkan dampak buruk jika guru berhenti mengasah diri. Pendidik yang stagnan tidak hanya akan tertinggal oleh zaman, melainkan berpotensi besar menghambat munculnya potensi terbaik yang dimiliki oleh para muridnya di sekolah.
Menurut Prof. Ifan Iskandar, konsep reskilling sangat mendesak diterapkan ketika metode pengajaran konvensional dinilai sudah tidak lagi efektif. Sebagai ilustrasi praktis, para guru dituntut mampu beralih dari metode ceramah satu arah menuju pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta optimalisasi platform digital interaktif di kelas.
Sementara itu, proses upskilling berjalan beriringan untuk memastikan guru dapat memperdalam ilmu pedagogi serta psikologi perkembangan anak yang terus berkembang secara dinamis. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, tingkat adaptasi teknologi di kalangan pendidik nasional tercatat mengalami peningkatan sebesar 40% dalam tiga tahun terakhir. Namun, fokus tantangan terbesar saat ini bergeser pada bagaimana membangun mentalitas pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) di dalam sanubari setiap guru.
Sementara itu, Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd., selaku Koordinator Program Studi S2-S3 Linguistik Terapan UNJ mengapresiasi bagi seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan webinar luar biasa ini. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada kepada Prof Ifan Iskandar yang telah memberikan insight. Selain itu, apresiasi atas kehadiran Prof. Dr. Fathiaty Murtadho, M.Pd. Ketua PB PGRI Periode 2024 - 2029, Guru Besar UNJ yang juga tak kenal lelah mencerahkan generasi bangsa.
Menurutnya, Ini bukan sekadar acara, melainkan bukti nyata komitmen tiada henti! Sejauh ini, Prodi S2-S3 Linguistik Terapan UNJ terus konsisten bergerak, menyalakan api inspirasi melalui ragam kegiatan edukatif yang progresif. Program ini hadir sebagai lentera ilmu, siap mencerahkan dan memberdayakan para guru serta dosen tangguh di berbagai penjuru nusantara.
Semangat membara UNJ tak pernah padam. Lewat aksi nyata mulai dari kunjungan sekolah, adaptasi kampus, seminar penelitian yang visioner, hingga pendampingan masyarakat berbasis pengabdian, UNJ terus melangkah pasti. Semua dedikasi ini adalah bahan bakar utama demi mewujudkan pusat-pusat keunggulan akademis yang berdampak luas.
"Sesuai dengan tagline agung yang digaungkan: Mencerdaskan Bangsa dan Negara, UNJ tidak akan pernah berhenti berinovasi. Mari bersama kita lipatgandakan energi positif ini, bergerak serentak mengukir prestasi, dan membawa pendidikan Indonesia terbang tinggi menuju gerbang kejayaan yang sesungguhnya! Tetap semangat dan teruslah menginspirasi!," ucap Prof Endry.
Sebagai implementasi nyata di ruang kelas, narasumber pertama, Ninin Herlina, M.Pd., menjabarkan materi mengenai Teknik Storytelling bagi Guru PAUD untuk memikat daya imajinasi anak. Di sisi lain, Stella Sigrid Jufiet, M.Hum., selaku narasumber kedua, mengupas tuntas materi mengenai Teknik Pengajaran Metafora dalam Buku Cerita Bergambar Anak. Jalannya diskusi yang interaktif ini dipandu secara lugas oleh Muhammad Furqan, M.Pd.B.I. selaku moderator melalui platform Zoom Meeting.
What's Your Reaction?