Pascasarjana UNJ Hadirkan Guru Besar UI, Bahas Perkembangan Linguistik Terapan dalam Dunia Profesi
MNAINDONESIA.ID - Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3) Linguistik Terapan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (SPs UNJ) menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Multamia Retno Mayekti Tawangsih Lauder, S.S., M.Se., D.E.A., sebagai narasumber utama, Selasa (3/11/2026). Sementara itu, kegiatan ini dipandu oleh Prof. Dr. Fathiaty Murtadho, M.Pd., yang mengarahkan jalannya acara secara interaktif dan komunikatif.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 09.00 WIB tersebut membahas perkembangan ilmu linguistik, khususnya kajian linguistik terapan dan relevansinya terhadap berbagai bidang profesi serta kebutuhan masyarakat.
Kuliah umum dibuka oleh Koordinator Program Studi Magister dan Doktor Linguistik Terapan SPs UNJ, Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd. Dalam pembukaan, Endry menyampaikan ucapan selamat datang kepada narasumber serta peserta yang mengikuti kegiatan akademik tersebut.
Kehadiran pakar linguistik dari Universitas Indonesia ini menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan akademik mahasiswa pascasarjana mengenai perkembangan teori, metodologi, serta penerapan ilmu bahasa dalam kehidupan profesional.
Dalam pemaparannya, Prof. Multamia menjelaskan bahwa kajian linguistik memiliki cakupan yang luas dan dapat dibedakan menjadi dua bidang utama, yakni mikrolinguistik dan makrolinguistik.
Mikrolinguistik merupakan kajian yang secara khusus meneliti struktur internal bahasa. Bidang ini mencakup fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan wacana. Pemahaman terhadap berbagai tataran tersebut menjadi landasan penting bagi akademisi maupun peneliti dalam menganalisis konstruksi dan karakteristik bahasa.
Sementara itu, makrolinguistik memiliki ruang lingkup lebih luas karena berkaitan dengan penggunaan bahasa dalam berbagai aktivitas manusia. Kajian ini mencakup linguistik terapan dan linguistik interdisipliner yang menghubungkan ilmu bahasa dengan disiplin keilmuan lainnya.
Prof. Multamia juga menguraikan perkembangan sejarah linguistik yang mempelajari perubahan bahasa dari masa ke masa. Kajian tersebut memberikan pemahaman mengenai proses perubahan bahasa berdasarkan bukti linguistik serta perkembangan struktur bahasa dalam kurun waktu tertentu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa linguistik terapan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan kebahasaan melalui penerapan teori, metode, dan hasil penelitian linguistik.
Sejumlah bidang yang menjadi perhatian dalam linguistik terapan meliputi pengajaran bahasa, linguistik edukasional, penerjemahan, perkamusan, terapi wicara, bahasa isyarat, grafologi, dan perencanaan bahasa.
Selain itu, kajian linguistik terapan juga berkembang melalui pendekatan interdisipliner, antara lain lanskap linguistik, toponimi, dan linguistik forensik. Ketiga bidang tersebut memperlihatkan keterkaitan ilmu bahasa dengan ruang publik, penamaan geografis, serta kepentingan hukum.
Dalam konteks pendidikan, Prof. Multamia memaparkan berbagai aspek pengajaran bahasa, mulai dari metodologi pembelajaran, perencanaan pengajaran, asesmen dan evaluasi, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Pembahasan juga mencakup pengajaran bahasa untuk tujuan tertentu, pembelajaran bahasa kedua, pendekatan bilingual dan multilingual, integrasi budaya dalam pengajaran bahasa, serta pendidikan bahasa yang inklusif.
Materi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan linguistik terapan tidak hanya berorientasi pada pemahaman teoretis, tetapi juga diarahkan pada pemecahan persoalan nyata dalam pendidikan dan kehidupan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, SPs UNJ memperkuat ruang diskusi akademik sekaligus memperluas perspektif mahasiswa mengenai peluang pengembangan penelitian linguistik yang relevan dengan kebutuhan dunia profesi.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pengayaan keilmuan bagi mahasiswa magister dan doktor dalam mengembangkan kajian linguistik terapan yang bersifat multidisipliner, inovatif, dan berorientasi pada kontribusi akademik maupun sosial.
What's Your Reaction?