HISKI Perkuat Dukungan bagi Taufiq Ismail Menuju Nobel Sastra Lewat Tukar Tutur Sastra

Aug 2, 2026 - 09:08
 0
HISKI Perkuat Dukungan bagi Taufiq Ismail Menuju Nobel Sastra Lewat Tukar Tutur Sastra

MNAINDONESIA.ID - Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) kembali menegaskan komitmennya dalam menggalang dukungan bagi penyair senior Taufiq Ismail untuk meraih Hadiah Nobel Sastra melalui penyelenggaraan kegiatan Tukar Tutur Sastra bertema "Taufiq Ismail: Nurani Indonesia untuk Nobel Sastra" yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti pengurus HISKI Pusat, komisariat HISKI dari Aceh hingga Papua, akademisi, peneliti, pemerhati sastra, serta masyarakat luas.

Ketua Umum HISKI Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Deklarasi HISKI: Taufiq Ismail Meraih Nobel Sastra yang disampaikan pada 2 Juli lalu. Menurutnya, berbagai program terus digelar sebagai bentuk ikhtiar kolektif komunitas akademik dan sastra Indonesia untuk mengangkat nama Taufiq Ismail di tingkat dunia.

"Dukungan ini diwujudkan melalui deklarasi nasional, penulisan buku bersama, kampanye poster di seluruh komisariat HISKI, hingga penyelenggaraan Tukar Tutur Sastra yang membahas secara mendalam pemikiran dan karya-karya Taufiq Ismail," ujarnya.

Anoegrajekti menjelaskan bahwa Taufiq Ismail merupakan salah satu sastrawan Indonesia yang mampu menghadirkan karya-karya dengan kekuatan estetik sekaligus nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan spiritualitas. Melalui puisi-puisinya, Taufiq tidak hanya mengekspresikan pengalaman pribadi, tetapi juga merekam dinamika sejarah bangsa serta menyuarakan nurani masyarakat Indonesia.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Faruk, S.U. dan Dr. Tengsoe Tjahjono, M.Pd., dengan moderator Dr. Endah Imawati, M.Pd. Ketiganya mengulas perjalanan kepenyairan Taufiq Ismail, kekuatan gagasan yang terkandung dalam karya-karyanya, serta peluang Indonesia menghadirkan sastrawan penerima Hadiah Nobel Sastra melalui dukungan akademik dan publik yang berkelanjutan.

Dalam diskusi disampaikan bahwa puisi "Dengan Puisi Aku" menjadi representasi pandangan Taufiq Ismail mengenai puisi sebagai media untuk mengekspresikan kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, kegelisahan, hingga keimanan kepada Tuhan. Sementara antologi Tirani dan Benteng dinilai sebagai karya monumental yang menghadirkan catatan sejarah alternatif dengan sentuhan empati, kemanusiaan, dan keindahan bahasa yang kuat.

Selain itu, karya "Sebuah Jaket Berlumur Darah" disebut sebagai simbol perjuangan melawan tirani, "Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya" menggambarkan nilai kepedulian dan pengorbanan rakyat kecil, sedangkan "Oda bagi Seorang Supir Truk" mengangkat realitas sosial mengenai nasib para pejuang yang tidak selalu memperoleh kesejahteraan setelah masa perjuangan berakhir. Karya-karya tersebut memperlihatkan konsistensi Taufiq Ismail dalam menjadikan sastra sebagai media kritik sosial sekaligus refleksi kemanusiaan.

Anoegrajekti menambahkan, HISKI akan terus mengonsolidasikan dukungan dari kalangan akademisi, peneliti, dan komunitas sastra melalui berbagai agenda berkelanjutan. Salah satunya adalah penyelesaian buku Taufiq Ismail: Suara Nurani Benteng Bangsa yang kini memasuki tahap penyuntingan awal dan akan dilanjutkan dengan rangkaian Tukar Tutur Sastra selama 14 hari yang menghadirkan para penulis sebagai narasumber.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, HISKI berharap dukungan terhadap Taufiq Ismail semakin meluas sehingga karya dan kontribusinya bagi sastra Indonesia memperoleh pengakuan yang lebih kuat di tingkat internasional serta membuka peluang bagi Taufiq Ismail untuk meraih Hadiah Nobel Sastra.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow